Filsafat ilmu untuk teknik dan arsitektur : dari epistemologi ke etika rekayasa dan tanggung jawab lingkungan
Rp 117.000
Alih-alih untuk menambah kepandaian, buku ini bertujuan untuk menajamkan kesadaran. Tentang keberanian bertanya di tengah rutinitas profesional. Tentang kesediaan merancang yang tak sebatas dengan kecerdasan, tetapi juga dengan tanggung jawab.
Description
Buku ini tidak ditulis untuk dibaca dengan tergesa-gesa. Ia ditulis untuk mereka yang bersedia berhenti sejenak dan merenunginya.
Teknik dan arsitektur saat ini semakin tidak terkendali perkembangannya. Cepat sekaligus sarat akan teknologi. Satu pertanyaan sering terlewat, “Sebenarnya, untuk apa sih, kita merancang?”
Buku Filsafat Ilmu untuk Teknik dan Arsitektur ditulis agar bisa menjadi teman berpikir yang jujur. Ada banyak ruang-ruang dialog yang terbuka di dalamnya. Ia mengajak pembaca menyelami makna filosofis di balik perhitungan algoritma desain hingga bangunan hijau. Sebab di antara desain-desain, selalu ada cara pandang tentang alam dan masa depan.
Buku ini berbicara tentang:
▪ Bagaimana pengetahuan teknis terbentuk (epistemologi)?
▪ Bagaimana logika dan intuisi bekerja dalam desain?
▪ Bagaimana etika seharusnya hadir dalam setiap keputusan rekayasa?
▪ Dan, mengapa tanggung jawab lingkungan tidak bisa dipisahkan dari praktik profesional?
Jika buku arsitek biasanya hanya berisi teori-teori saja, buku ini adalah bisa menjadi ruang untuk merenung. Ia menempatkan insinyur dan arsitek sebagai penjaga makna. Bahwa arsitektur ialah praktik kemanusiaan yang selalu membawa dampak ekologis dan moral.
Alih-alih untuk menambah kepandaian, buku ini bertujuan untuk menajamkan kesadaran. Tentang keberanian bertanya di tengah rutinitas profesional. Tentang kesediaan merancang yang tak sebatas dengan kecerdasan, tetapi juga dengan tanggung jawab.
Arsitektur itu tak semata tentang bangunan yang berdiri. Ia adalah kehidupan yang ingin kita rawat di dalamnya.


















